Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Menjadi Fasilitator dan Pembicara Publik

Pak Ach. Djunaidi

Sabtu, 16 April 2022, Pandjer School kembali mengadakan pelatihan bagi calon fasilitator dan pembicara publik profesional. Kegiatan ini merupakan pertemuan ke-3 dari serangkaian pelatihan tersebut. Diberlangsungkan di ruang pembelajaran Pandjer School dan dimulai pukul 14.30 WIB.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pak Ach. Djunaidi (aktivis sosial sekaligus pembina Pandjer School), dan Mas Agung Widhianto (pembicara publik sekaligus ketua Pandjer School).

Mas Agung Widhianto

Pak Ach. Djunaidi memaparkan tentang beberapa kunci penting sebagai seorang fasilitator. Sebagaimana komunikasi (dialog), fokus yang dibicarakan seperti disiplin ilmu pengetahuan yang dipelajari, dan pendekatan orang dewasa untuk memahami persoalan yang ada. Sekaligus, beliau mengingatkan para pembelajar agar mampu menyederhanakan apa yang dibicarakan, dan pentingnya menyusun beragam pertanyaan guna memahami persoalan yang muncul.

Mas Agung Widhianto pun membuka kembali permasalahan yang biasa muncul bagi seorang calon fasilitator. Terutama soal grogi atau kurang percaya diri. Beliau pun mengenalkan unsur-unsur penting sebagai pembicara publik, seperti artikulasi, mimik, gerak tubuh, diksi, intonasi, dan sebagainya.

Kemudian, Mas Agung memandu para pembelajar untuk mengatasi permasalahan calon fasilitator dalam bentuk simulasi. Seperti belajar menatap mata audiens, berdialog dengan gerak tubuh, dan cara berjalan untuk memantapkan kepercayaan diri.

Simulasi Fasilitator

Sebelum pertemuan ditutup, para pembelajar memilih topik kesukaan masing-masing, guna dipresentasikan pada Minggu, 17 April 2022. Topik yang dipilih ketiga belas pembelajar meliputi: pemerintahan desa, ekonomi perdesaan, budidaya perikanan lele, peran pemuda, petani milenial, literasi media sosial, transportasi darat, hak asasi manusia, pendidikan karakter, kepemimpinan, disabilitas, pendidikan inklusif, dan arsip desa.

Pertemuan hari ini, membuka banyak hal baru bagi saya sendiri, seperti menatap bola mata yang menjadi lawan bicara, cara berjalan, dan berdialog dengan gerak tubuh untuk melenturkan ruang-ruang kaku yang menjadi permasalahan saya saat berbicara di depan publik.

Terutama, pertemuan sekaligus pembelajaran menjadi calon fasilitator ini, didukung oleh ruang yang memang saling menghargai dan memampukan satu sama lain sebagaimana di Pandjer School.

Pelatihan Fasilitator

Posting Komentar untuk "Belajar Menjadi Fasilitator dan Pembicara Publik"