Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kepingan 1: Jejak Suaramu

Abdul Baca Puisi

Jejak suaramu tertinggal. Tersimpan dalam palung sukma. Terikat, terpaut, dan terkunci.

Ketika kualihkan mata dari wajahmu. Suaramu menyerbak daun telingaku. Masuk ke dalam kepala. Menyebar ke seluruh tubuhku. Dan berpentas di dalam mimpi.

Malam tampak sunyi, kecuali suaramu. Mengalahkan denging nyamuk yang biasa berisik.

Dan kubawa pulang oleh-oleh suaramu. Kutumpuk dengan jejak suaramu yang lain. Kudengar suaramu bersahutan. Sesekali juga terdengar ada yang bertanya, "Kapan kau pergi menemuinya, sendiri, dan berucap cinta yang kausembunyikan darinya?"

Jawabku, "Mungkin, pada kepingan ke-100."

Posting Komentar untuk "Kepingan 1: Jejak Suaramu"