Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semacam Awal Mula Perjalanan Pada 2015

Perjalanan tidak sekadar berpindah tempat. Perjalanan hadir untuk menemukan hal-hal baru. Saat pulang ke rumah, ada kenangan yang tersimpan, sekaligus pembelajaran baru yang kita dapat.

Desa Soka Poncowarno
Desa Soka, Poncowarno, Kebumen (2022).

Saya kelahiran Majalengka, tapi lebih dari separuh hidup saya, bertempat tinggal di Kebumen. Tepatnya, sejak 2009 saat memasuki masa SMP. Keseharian saya pun hanya di rumah, jarang main ke luar. Lebih suka membaca dan menyukai perihal komputer.

Namun, tak ada hal baru yang saya dapat pada waktu itu. Keseharian saya selalu sama. Bosan mulai datang. Cerita-cerita perjalanan hanya hiburan televisi. Atau jalan cerita dari buku yang saya baca.

Apalagi, saat saya menemukan karya Habiburrahman El Shirazy berjudul "Ayat-Ayat Cinta" di pusat perbelanjaan. Sebuah buku yang pertama kali saya baca tuntas di hidup saya sewaktu SMP. Dan telah membuat saya banyak bertanya, bagaimana tempat-tempat di luar sana. Tentang Mesir dan negara lainnya.

Bagi remaja seperti saya pada waktu itu. Hal yang bisa saya lakukan, hanyalah membaca perjalanan. Dengan membaca buku. Sebut saja misalnya, karya Haji Bahari berjudul "Haji Nekat Lewat Jalur Darat".

Hanya saja, karena perjalanan masih sebatas bacaan. Keseharian saya masih sama dan sebatas di rumah. Saya pun mulai membutuhkan pengalaman baru. Yang benar-benar perjalanan dan setidaknya berpindah tempat agak lebih jauh dari rumah.

Saya lupa persisnya, tapi sekiranya pada Februari 2015, seseorang yang hanya saya tahu di facebook, dan ternyata menjadi sahabat terlama saya sampai saat ini. Menulis postingan facebook, mengajak siapapun warga facebook untuk jalan-jalan ke pantai di Karangduwur, Kebumen. Pantai yang kini dikenal sebagai Pantai Menganti Kebumen.

Hati saya pun memilih ikut perjalanan. Sekalipun saya tidak mengenal siapa pun nantinya yang akan saya temui. Berkumpul di Masjid Agung Kebumen. Segera ijin ke Budhe untuk main ke luar rumah. Dan tancap gas motor.

Saya kira peserta perjalanan akan banyak. Ternyata hanya ada dua orang. Mas Agung Widhianto, sahabat yang menulis postingan facebook. Dan Mas Yogi, yang ternyata satu alumni SMA. Kami pun mulai berkenalan satu sama lain. Saya yang pendiam tentu lebih suka mendengarkan. Dan percakapan keduanya ternyata cukup menarik bagi saya.

Namun, entah tiba-tiba teman sekelas di SMA saya, yakni Akmal datang ke Masjid Agung, hendak menunaikan ibadah. Yang ternyata kenal Mas Agung dan Mas Yogi. Suasana pun mulai cair, dan peserta perjalanan bertambah karena Akmal diajak ikut serta. Kalau tak salah, ada juga teman sekelas saya yang lain.

Perjalanan pun benar-benar terjadi. Area pesisir di Karangduwur pada 2015 itulah yang pertama kali menjadi perjalanan terjauh saya, berkendara motor, naik ke jalan perbukitan, dan tiba di perbukitan pesisir pantai tersebut. Kami tidak turun ke Pantai Menganti, melainkan ke arah tebing barat di mana terdapat goa sarang burung walet di bawahnya.

Deburan ombak Pantai Selatan terdengar khas, hembusan angin menyapa, dan isi kepala saya menemukan hal-hal baru. Teman-teman baru. Percakapan baru. Pengalaman baru. Dan setelah itulah, banyak perjalanan yang kami lakukan. Berkelana ke desa-desa di Kebumen. Hampir setiap bulan ke Pantai. Ikut melaut di atas perahu. Dan beragam perjalanan lainnya.

Goa Sarang Burung
Sebelum memasuki Goa Sarang Burung Walet, Karangduwur, Kebumen (2016).

Sejak saat itu jualah, pantai dengan deburan ombak menjadi kenikmatan sendiri bagi saya. Bahkan, saya pernah berdoa, semoga pendamping hidup saya bertempat tinggal di dekat pantai. Hanya agar saya bisa sering ke pantai, dan menulis cerita dengan selimut hembusan laut.

Hanya saja, karena kecerobohan saya, dokumentasi selama 2015 hilang. Dokumentasi yang tersisa yakni sejak 2016, itu pun hanya separuh. Yahh, memang selalu ada hal tak terduga. Sejak itu jualah, belajar mengarsipkan dokumen menjadi sesuatu yang penting bagi saya. Dan hal ini pun saya pelajari dari Mas Agung.

Kini, pada 2022, usia persahabatan saya dan Mas Agung telah tujuh tahun lamanya. Saya pun diajaknya untuk membangun Pandjer School. Sebuah yayasan yang mengajak orang-orang di dalamnya untuk terus belajar, dan tentu saja saling menghargai satu sama lain.

Pandjer School jualah yang membuat saya menemukan sahabat-sahabat baru. Setelah seleksi alam yang memperkecil kuantitas pertemanan. Dan saya percaya, bahwa sahabat-sahabat saya kali ini, akan lebih berumur panjang, bahkan cita-cita menua persahabatan menjadi upaya bersama. Dengan tetap terus belajar, tentang masyarakat, kepedulian, kelestarian, dan lainnya. Kesempatan untuk berproses ke arah yang lebih baik pun selalu didukung satu sama lain.

Bersama Sahabat
Kebersamaan di suatu sore di Desa Soka (2022)

Baru-baru ini, sekalipun sudah tidak lagi remaja, kebersamaan masih hadir. Perjalanan baru masih akan kami lakukan, bahkan hampir setiap pekan. Dan waktu terasa makin cepat berlalu, sebab Mas Agung sudah memiliki buah hati, Tirta Agwi Vasagama. Tinggal saya sendiri yang belum menemukan pendamping hati. Hehe

Sahabat-sahabat baru sudah tertulis dalam takdir-Nya. Sahabat yang dengan sendirinya membuat nuansa belajar terus hadir. Seperti yang kami lakukan baru-baru ini, di Desa Soka, Kec. Poncowarno, Kebumen. Belajar tentang "Pemasaran Usaha dan Pengelolaan BUMDes". Sekaligus menjadi cara, agar percakapan sahabat di antara kami terus berlangsung.

Pembelajaran di Desa Soka
Seusai Pembelajaran Pandjer School di Desa Soka (2022).

Rasanya, perjalanan masih akan menemukan jejak langkah lain. Bahkan, kenangan perjalanan lain yang cukup jauh bagi saya, seperti Ke Danau Toba, dan Kota Padang. Mungkin tidak akan ada, bila saya tidak bertemu dengan sahabat pada 2015. Sahabat yang mengajak beragam perjalanan, menyimpan pengalaman baru, dan memberikan dukungan satu sama lain.

Danau Toba
Danau Toba (2017)

Salah satu kalimat yang saya ingat dari Mas Agung, "Semoga masa tua kita nanti seperti mereka --yang masih bersama-- bersahabat di masa tuanya."

Dan rasanya blog ini perlu hadir, mendokumentasikan perjalanan bermakna, yang semoga memiliki manfaat bagi pembaca sebagai bonusnya.

Terimakasih sudah membaca sampai paragraf ini. Selamat membaca yang lainnya. Semoga perjalanan yang kita lakukan, menjadi makna terdalam yang penting dan bermanfaat bagi kita semua. Selamat menabung kenangan bersama sahabat untuk masa tua nanti.

Posting Komentar untuk "Semacam Awal Mula Perjalanan Pada 2015"