VSPLy4oYm6GnDS2gKMjRua3wX0a7GwbgVstg2YWx

Pantai Kembar Terpadu dan Rindu yang Ditimbulkannya

Posting Komentar

Semacam obat mujarab, pantai membuat saya merasa tenang. Coba dengar dan rasakan! Bagaimana bunyi ombak memecah. Begitupun dengan air laut yang mendekat dan menjauh ke arah sepasang kaki.

Foto: Seorang Anak di Pantai

Hembusan angin membuat rambut seorang anak kecil terurai. Tongkat kayu dalam genggaman anak kecil itu. Yang ia pakai untuk menulis sesuatu di atas pasir. Kemudian terhapus berulang kali oleh air laut yang datang. Dan ia tetap menulis lagi, sekalipun dia tahu tulisannya akan hilang kemudian.

Hati pun lekas tenang. Seusai melihat kebahagiaan seorang anak kecil di tepi lautan. Pada sisi lain, beberapa orang yang berkunjung, terlihat asyik kejar-kejaran dengan air laut yang datang dan pergi. Dan di ujung cakrawala, semburat senja kian muncul, orang-orang pun mengeluarkan ponsel dari saku masing-masing. Hendak menangkap momen yang menjadi kekhasan di nuansa pantai.

Salah satu pantai yang berulang kali saya kunjungi akhir-akhir ini yakni Pantai Kembar Terpadu. Mulai dari sekadar memotret, ikut pelepasan tukik (anakan penyu), sampai melepas rindu pada tepian laut.

Foto: Tempat Penetasan Telur Penyu

Pantai Kembar Terpadu terletak di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Jaraknya sekitar 27 km dari pusat Kabupaten Kebumen.

Jalur Jalan Lintas Selatan menjadi salah satu akses yang melintas di kawasan pantai selatan Kebumen ini, termasuk Pantai Kembar Terpadu. Jalur yang menghubungkan antara Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kulonprogro. Di mana jalur ini menjadi salah satu akses menuju Yogyakarta International Airport.

Pengunjung pun hanya perlu membayar seikhlasnya. Sebagai jasa untuk penataan kendaraan di area pantai ini. Pengunjung juga bisa memberi dukungan untuk pembangunan Pantai Kembar Terpadu, melalui kotak dukungan yang tersedia di area pantai.

Salah satu yang khas dari Pantai Kembar Terpadu yakni terdapatnya Konservasi Penyu. Sebagai upaya masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan lingkungan sekitar.

Beberapa jenis penyu yang bisa pengunjung temui di area konservasi berupa Penyu Sisik, Penyu Hijau, dan Penyu Lekang. Ada juga ikan sidat, ikan jemberet, dan lainnya. Pengunjung juga bisa bertanya banyak hal terkait penyu dan konservasi lingkungan pada pemandu yang berada di lokasi. Ada juga papan informasi yang berisi pengetahuan mengenai penyu yang memang perlu kita lindungi.

Foto: Penyu di Pantai Kembar Terpadu

Begitupun, hal ini didukung dengan adanya tempat penetasan telur penyu yang dibangun oleh masyarakat setempat. Di mana setelah telur penyu menetas, teman-teman dari kelompok Konservasi Penyu dan Lingkungan Pantai Kembar Terpadu mengadakan pelepasliaran tukik (anakan penyu) bersama masyarakat.

Foto: Pelepasliaran Tukik (Anakan Penyu)

Baru-baru ini, Andy F. Noya yang dikenal masyarakat sebagai pembawa acara Kick Andy. Juga ikut serta untuk pelepasliaran tukik (anakan penyu) di Pantai Kembar Terpadu.

Foto: Andy F. Noya di Pantai Kembar Terpadu

Pantai Kembar Terpadu tidak hanya memuaskan saya akan kerinduan pada bunyi ombak. Pantai ini juga membuat saja belajar bagaimana masyarakat memiliki kekompakan. Bukan saja untuk aspek ekonomi dalam hal wisata. Melainkan kepedulian terhadap lingkungan yang disebarkannya.

Keteduhan pepohonan beberapa jarak dari bibir pantai, melengkapi rasa untuk menikmati hembusan pantai selatan atau lautan lepas Samudra Hindia. Ditambah dengan gorengan yang baru dimasak, pecel dengan kerupuk kriuk, dan tentu saja kopi panas.

Pantai Kembar Terpadu telah menimbulkan rindu. Sampai saya merasa pulang bila hadir di pantai ini. Seolah saya ingin berlama-lama dan menuliskan banyak hal sambil menikmati kopi panas kesukaan.

Bila saya mengingat masa 2015 saat mulai menyukai pantai. Pernah saya berdoa, "Semoga pasangan hidup saya tinggal di dekat pantai". Hanya agar saya bisa sering ke pantai. Membaca lautan lengkap dengan suara dan segala nuansanya. Lalu membawa oleh-oleh ide ke rumah. Dan menuliskannya.

Foto: Bersama Teman Pantai Kembar Terpadu

Doa itu masih menjadi misteri saat ini. Sebab belum saya temukan dambaan hati itu. Hanya saja, lautan lepas membuat saya lebih tenang dan membuat saya menulis lagi setelah sekian lama. Dan Pantai Kembar Terpadu inilah yang membuat saya menulis lagi.

Bahkan, seorang anak kecil yang saya temui, masih berusaha menulis berulangkali di atas pasir, sekalipun dia tahu bahwa tulisannya akan dihapus ombak yang datang dan pergi.

Dan rasanya, saya memang perlu belajar lagi untuk menulis. Setelah sekian lama jeda kepenulisan hadir membelenggu. Sekalipun, saya tahu, bahwa rentetan halangan akan menghadapi saya. Beruntung juga, saya menemukan slogan ajaib dari komunitas blog yang hebat untuk "Menulislah, walaupun satu minggu satu cerita" dari #1Minggu1Cerita. Begitupun, Pantai Kembar Terpadu dan segala nuansanya, mendorong saya untuk segera mulai menuliskannya.(*)

Related Posts

Posting Komentar