VSPLy4oYm6GnDS2gKMjRua3wX0a7GwbgVstg2YWx

Berkisah Kasih

Posting Komentar

Baru kali ini, aku merasa tidak percaya diri.

Padahal, mutiara yang tersembunyi itu, seolah berhasil kutemukan. Dengan sekian panjang jejak waktu yang telah aku tempuh. Dan tak bisa kualihkan lagi ke mana kapal akan berlabuh. Kecuali berlabuh dan pulang pada rumah dimana mutiara kuharap sedang menunggu.

Memang, aku ditawarkan bintang-bintang, rembulan, dan segala hal yang dianggap memiliki keanggunan. Agar aku meraihnya, menjadikannya cerita yang diminta aku tuliskan.

Hanya saja, sebuah cerita tidak akan berjalan dan tertulis dengan baik. Bila penulis dan alur ceritanya tidak saling tertarik.

Namun, ketika kutemukan namamu, setelah bagiku cukup dalam perihal waktu, mutiara yang tersembunyi seolah benar-benar hadir. Sampai aku menuliskan catatan ini saat menjelang subuh, seolah tanpa hambatan, kecuali satu hal, tentang aku yang masih tak percaya diri.

Apakah mutiara yang tersembunyi itu dirimu? Aku berdoa, bahwa kaulah itu.

Apakah kau menanti kedatanganku? Akulah yang sekian lama mencarimu.

Baru kali ini, aku tak memiliki keberanian untuk mengungkap. Kecuali dengan cara menuliskan catatan, yang telah menjadi kebiasaanku. Di mana aku merasa lebih jujur dalam serangkaian kalimat yang aku tuliskan.

Buruk dan baik tentangku, mungkin sekilas telah kau mengerti. Dan tentu saja semua akan lebih kau mengerti, bilamana kita perlu mengenal lebih dekat.

Apalagi, sudah sekian lama aku menunggu, untuk menuliskan sebuah cerita. Ketika aku dan kau sebagai tokoh utamanya. Dengan alur cerita yang sekalipun berliku, tapi aku ingin tetap menuliskan akhir cerita yang bahagia. Dan bersamamu.

Rasanya, bukan kau yang menunggu atau menanti. Namun, akulah yang sedang merasakannya, saat menunggu atau menanti untuk menuliskan sebuah cerita tentangmu.

Aku tak sehebat penyair Sapardi Djoko Damono, tapi "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana." 

Aku tak setampan Roman dengan puisinya yang banyak terkirim pada Wulandari, kekasihnya. Sekalipun "Rindu itu sunyi, tak perlu ada bunyi". Namun, "Aku telah memilih kamu, meski rindu."

Maukah kau menjadi mutiara yang berhasil kutemukan? Sebab sudah terlalu lama, aku ingin menuliskan cerita tentangmu, yang telah kutunggu dan kunanti.

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar